Woman can make or break a man
Belakangan rame banget nih kasus Brandoville Studio, salah satu studio animasi di Indonesia yang dari luar keliatannya keren banget dan konon banyak mengerjakan game-game luar negeri dan title game AAA, seperti The Last of Us, Warcraft Reforged, Age of Empires dan Company of Heroes.
Semua itu berubah ketika negara api menyerang. Eh engga ding, ketika canvanya Christa Sydney mulai mencuat, dan nyebar kayak api kelihatan boroknya studio ini yang parah banget.
Lo bisa lihat curhatannya Christa di Canva lewat link ini :
https://bit.ly/3MRVJN1
Sebenarnya workplace abuse di Brandoville ini udah lama gue dengar sebelum jadi viral belakangan, tapi waktu itu gue mikir, ah paling karyawannya aja yang manja, pilah pilih job, ga mau berbuat lebih dari apa yang jadi job descnya dia di kantor. Apalagi kebanyakan Gen-Z yang mulai masuk usia workforce kan.
Pas curhatannya Christa viral, orang-orang banyak yang bilang katanya sampai dijambak lah, lagi hamil sampai keguguran lah. Gue masih pikir masa iya sih sampai sesadis itu? Karena banyak juga karyawannya Brandoville yang ngasih review positif. Katanya mereka bangga kerja di Brandoville, cuma lemburnya itu yang kebangetan.
So gue cari info sebanyak-banyaknya karena gue penasaran, dan ketemulah Canvanya Christa. Gue baca perlahan, masih ga masuk akal. Tapi Christa juga attach bukti-bukti percakapan Whatsapp dia sama bossnya Brandoville, Cherry Lai, yang mana itu bininya owner pendirinya Ken Lai.
Bukti udah banyak banget dia attach, gue mikir, ini Cherry Lai ini bener-bener sakit jiwa. Engga normal. Sepertinya dia ini enjoy dengan yang namanya Power Tripping.
Apa itu “Power Tripping”?
“Power tripping” itu seseorang merasa punya kekuatan atau kuasa, dan mereka mulai bertindak berlebihan atau merasa lebih penting dari orang lain. Misalnya, lo baru dapat promosi jadi team lead mengatasi co-worker lo yang dulunya setingkat dengan elo.
Terus lo mulai menyuruh-nyuruh co-workerlo tanpa peduli perasaan mereka, itu namanya “power tripping”. Jadi, intinya, orang yang “power tripping” lupa untuk bersikap baik dan adil karena mereka terlalu senang punya kuasa.
Yang jadi permasalahannya adalah semua permintaannya dipenuhin sama karyawannya.
Walau engga membenarkan tindakan Cherry Lai ini, tapi ga bisa disangkal itu salah satu faktor kenapa ini MILF tingkahnya gila banget. Engga ada yang berani stand up, semua manggut-manggut aja. Mungkin bisa juga sih, sifat abusive yang dilakukan MILF ini ke Christa engga dia tunjukkan ke kantor, karena banyak bukti yang ditunjukkan Christa itu banyaknya percakapan Whatsapp.

Gue mengerti betapa susahnya menjalankan business. Tapi kalau lo lash out ke orang-orang elo itu yang ngawur. Ga ada yang menyuruhlo memulai business. Pahami resikonya.
Nah kalau marah karena client lepas gara-gara keteledoran karyawan, bisa dipahami. Bisa dipahami ya bukan berarti dibenarkan. Business people itu manusia juga, pasti punya limit kesabaran.
Tapi, dari bukti yang diupload Christa, disuruh nabok dirinya sendiri 100x, divideoin terus dikirim ke si MILF, engga ngerti tujuannya apa? Meningkatkan performa engga, bantu dapat client engga, meningkatkan qualitas kerjaan juga kagak kan.
Yang lainnya yang absurd, si Christa disuruh rusakin handphonenya sendiri, disuruh selfie sama handphonenya yang rusak itu sambil tersenyum terus dikirim ke si MILF.
What the actual fuck.

Yeah ini si Cherry jelas lagi power tripping, dan dia enjoy feeling powernya yang dia miliki saat itu. Ini fetish. Engga normal. Mungkin bawahnya banjir juga pas request begini ke karyawannya.
Tingkah si Cherry ternyata emang sudah dari awal. Tapi berkat Christa, kasus ini viral, belakangan. Itulah kenapa, stand up ke abusive boss itu penting juga. Udah engga jamannya lagi perbudakan, asal manggut-manggut aja.
Ok itu introductionnya. Sekedar biar lo tau kasusnya, dan dari link Canva yang gue post diatas paham seberapa gilanya si MILF ini. Kalau ada waktu lihatlah seberapa absurdnya si MILF Cherry ini.
Yang mau gue angkat utamanya mengenai suami pendiri Studio Brandoville ini, Ken Lai. Sekarang profile LinkedInya udah dihapus sepertinya. Walaupun dia punya privelege dari keluarga yang berada, dari 2004 kerja di Electronic Arts, khususnya divisi EA Sports Kanada, terlibat di Medal of Honor, FIFA, NBA Live, dll. Cukup impressive lah track recordnya, dan sepertinya memang passionate di bidang game.

2011 buka LemonSky Studios di Malaysia bareng teman-temannya dan memasukkan proyek-proyek game besar AAA. Sampai 2018, awalnya buka di Indonesia dengan nama Brandoville LemonSky dan tahun 2020 jadi independen dan namanya jadi Brandoville aja.
Diluar itu engga banyak gosip atau cerita tentang Ken Lai ini. Yang banyak keangkat itu ya bini MILFnya dari curhatannya si Christa. Problemnya kan Cherry Lai itu bininya dia. Jadi namanya keseret juga.

Sekarang Brandoville udah tutup, Gue lihat beberapa karyawan Brandoville udah stop kerja bulan Agustus 2024. Brandoville tutup, Ken Lai buka studio baru, namanya LaiLai Studios. Sempat cek websitenya ya dia juga, foto Ken diatas yang dipakai buat jelasin profilnya dia di Brandoville dipakai juga profilnya dia di websitenya LaiLai Studios.

Sekarang (19 September 2024), website LaiLai Studios juga hilang. Dan udah gue bilang kan LinkedInnya Ken Lai juga hilang. Searching-searching lagi katanya plan mereka sekarang buka di Hongkong. Tapi nama, muka udah kesebar bahkan di situs-situs berita internasional.
Sekali lagi, gue ga tau gimana sifat aslinya Ken, karena gue ga pernah ketemu, dan sepertinya berita miringnya itu banyaknya soal Cherry. Jadi gue ga mau asumsi apa-apa.
Tapi yang jelas gara-gara fetish si bini MILF Cherry ini, namanya ikut hancur lebur. Agak susah mulai studio baru lagi buat di bidang yang sama, kecuali mungkin kalau dia anonymous, misalnya seperti nanam saham waktu dia terlibat di LemonSky. Dia juga jelas dari kalangan yang berada, jadi kemungkinan besar usaha dia masih banyak yang lain dan ada family business juga. So, dia bakal survive.
Hanya saja, sayang juga, darah dan airmata dia dari 2011 berantakan gara-gara fetish bininya yang sinting ini.
Ini mengingatkan gue sama kasus lain. Tau ga kasus apa?

Yap, kasus Will Smith nampar Chris Rock di event Academy Awards tahun 2022.
Will nampar Chris, setelah Chris ngelempar joke ke Jada soal dia ga sabar nonton film GI Jane 2 (karena kepalanya botak). Kalau lo lihat clipnya, awalnya Will ketawa-ketawa aja. Tapi engga disangka dia jalan ke panggung terus nampar Chris di depan semua orang, ditonton jutaan orang baik yang dari live maupun dari siaran TV.
Coba lo pelajari historynya Will Smith dan Jada. Jada itu sepertinya juga enjoy power tripping. Waktu masih nikah sama Will, dia eue teman anaknya. TEMAN ANAKNYA.
Dan di salah satu interview, si Jada kelihatan jelas dia tau bahwa dia punya kontrol absolut ke Will dan dia salahgunakan itu.
Ga disangka kan, aktor sekelas Will Smith bisa tunduk sama cewek gembel macem begini? Diselingkuhin, malah mempermalukan diri di event berkelas Academy Award.
Gue rasa ini juga terjadi sama Ken dan Cherry. Si Cherry dominan dibandingkan dengan Ken, dan dia tau, paham bahwa si Ken itu dibawah kontrolnya dia. Otherwise, kalau ada indikator abusive ke karyawannya kek begini, Ken bakal langsung turun tangan ngehandle Cherry.
Ini juga sebabnya kenapa di kantor sering ada larangan pasangan suami-istri. Dan kalau elu memulai bisnis, jangan coba-coba mengajak keluarga elo. Karena bakal terjadi conflict of interest.
Misalnya lo jadi CEO dan elo karena kasian sama bokap yang udah pensiun lo ajak dia jadi admin daripada nganggur dan pikunan. Itu bakal bikin ruwet karena bokap elo merasa statusnya lebih tinggi dari elo, dan elo juga segan memerintah bokap elo, atau malah jadi terlalu permisif karena dia adalah bokap elo.
Ada kutipan dari Kevin O Leary, Mr Wonderful, salah satu investor di reality show Shark Tank, business itu paling utama, kalau lo perlu lo harus berani mecat nyokaplo, kalau dia cuma menghambat business elo. Lengkapnya tonton aja dibawah ini.
Family business itu bad idea in general. Memang ada family business yang survive, khususnya yang diturunkan dari bapak ke anak. Tapi kalau dengar curhatan dari teman gue yang jalanin family business itu ampun deh.
Kasus Ken, dia ngangkat Cherry, itu jelas step yang fatal banget. Ini bukan sekali dua kali gue amatin. Teman dekat gue ada yang ngangkat cewek yang dia taksir jadi COO. Ya kurang lebih sama seperti Ken dan Cherry. Terus dia pacarin itu cewek. Ga lama, gue lihat itu cewek pindah kantor lain haha. Entah drama apa yang terjadi di belakangnya, gue ga nanya.
Jadi poin pertama yang mau gue angkat, it’s really bad idea untuk nepotisme. Apalagi itu usahalo sendiri. Kalau lo ditanyain HR kantor “ada temen yang bisa x ga”. Lo jawab aja “ada, ntar gue suruh masukin lamarannya”. Dan suruh temen elo itu ngelamar lewat jalur resmi.
Temen elo fucked up, lo ga keseret. Dan selama ini dari pengalaman gue sih temen yang nanya lowongan ke gue, biasanya ending-endingnya kebanyakan nanya. Curhat panjang lebar katanya ngelembur-lembur, THR ga dibayar, dst.
Gue suruh masukin lamaran ke kantor gue berbulan-bulan kemudian masih engga dimasukin sama dia. Tiap nongkrong curhatannya masih sama. Lah itu udah gue tampol sama peluang lain kagak mau dicoba? Maulu apa sih?
Jadi daripada capek sendiri, hubungan pertemanan juga rusak tiap ada yang nanya lowongan gue suruh kontek HR aja.
Kalau sama pacar dan istri, problem tempat kerja bisa kebawa terus sampai dirumah, yang mana maunya selesai kerja lo bersantai melepas rasa lelah pengennya dimasakin enak sama bini terus kelonan sama bini. Eh ini masalah tempat kerja jadi bahan berantem dirumah. Atau sebaliknya problem dirumah kebawa ke termpat kerja.
Engga nyangkal, banyak pasangan diluar sana yang sukses memulai bisnis berdua. Tapi percaya aja it’s generally bad idea.
Poin kedua, women can MAKE or BREAK you. Selalu utamakan dirilo sendiri dalam berbagai keadaan. Your survival and well-being comes first. Entah apa yang menarik dari Cherry sampai Ken bertahan sama ini MILF. Cakep? Iya sih. Tapi kalau cakep doang, bagusnya buat one night stand aja. Selesai buang peju ke dia, gaplok pake duit terus tendang dari kamar.
Inipun gue udah wanti-wanti kan. Kalau hot tapi gila, dan ending-endingnya malah ngehancurin karir elo, buat apa nyimpen cewek sampah macem begini? Sekali lagi, Ken itu dari kalangan yang berada, tapi bakal susah bangun studio baru di bidang yang sama, apalagi dia rada narsis gini dan kasusnya udah sangat viral belakangan.
Jada Pinkett Smith? Cakep juga kaga, aktor sekelas Will Smith rela ngancurin reputasi dia cuma karena joke yang dilontarin Chris? Engga habis pikir gue, kenapa?
Poin ketiga, cari pasangan ga usah muluk-muluk. Cari yang equal/setara dengan elo. Waspada sama tanda-tanda/red flag yang menunjukkan sifat asli si cewek semasa elo pacaran sama dia. Salah seorang teman gue yang dokter, nikah sama cewek yang family businessnya kemana-mana, sampai punya sekolahan segala.
Waktu pacaran gue udah mikir ini ga akan works. Terlalu jomplang.
Teman gue ini, datang dari middle class family, miskin engga tajir melintir juga engga. Yang ada dia malah diinjak-injak sama keluarga bininya. Dan terakhir diselingkuhin dan sekarang mereka cerai. Titel dokternya ga pengaruh apa-apa.
Jadi kalau elo baca-baca artikel percintaan dari motivator bullshit diluaran sana yang katanya bisa ngegaet artis lah, model lah, pramugari lah, ga usahlah lo percaya. Mungkin mereka bisa, tapi kalau cuma itu yang bisa mereka banggain dari diri mereka gue malah jadi iba sama mereka.
Poin keempat, happy employee means good business. Performa mereka bakal meningkat, kualitas delivery mereka meningkat, dan mereka juga bakal lebih terbuka sama elo. Kalau ada darilo yang usaha/wiraswasta dan udah ngambil karyawan, perlakukanlah mereka layaknya sahabat elo sendiri. Pangkat itu cuma status.
Dan coba selalu double check dirilo sendiri apakah elo mengalami power tripping atau engga. Apakah yang lo lakukan itu necessary atau engga. I mean… nyuruh karyawan nampar dirinya 100x, itu benefitnya apa?
Memang in the end elo ga akan bisa menyenangkan semua orang. Dan terlalu berusaha menyenangkan semua orang endingnya bakal malah menjerumuskan elo ke kesulitan yang lebih dalam lagi, misalnya lo hilang self-respect. Tapi tetap, selalu tanyakan ke dirilo sendiri, tindakan elo necessary engga?
Well itu aja sih komentar gue soal kasus Brandoville ini. Semoga ga terjadi lagi, dan si MILF diganjar untuk fetishnya yang kelewatan.