Skip to content

Yang Penting HALAL!

    Ini mindset kebanyakan orang. Kerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, minimal 40 jam seminggu. Beruntung kalo ga disuruh lembur, lebih beruntung lagi kalo lemburnya dibayar. Rata-rata prakteknya di lapangan sepertinya engga kan? Lo ngabisin waktu segitu banyak, buat apa? Buat memperkaya perusahaan.

    Lo kerja bagai kuda, gajilo segitu-segitu aja. Belum lagi co-worker dan bos yang nyebelinnya minta ampun!

    Yang penting halal?

    Boleh sih berpikiran seperti itu, ga ada yang melarang. Tapi ibaratnya ada banyak kesempatan lain diluar sana. Trading benar-benar mendapatkan konotasi negatif banget setelah kasus Dony Salmanan dan Indra Kenz. Dan rata-rata gue rasa yang melapor itu yang loss ancur-ancuran sampai ratusan juta atau bahkan milyaran.

    Nah itulah yang gue bikin bingung. Loss dari trading kok bisa ratusan juta? Milyaran? Gimana caranya? Sumpah gue ga ngerti. Karena selama ini, memang gue, atau Mr Crown sekalipun PASTI mengalami loss. Tapi ga pernah tuh segede itu. Orang-orang tersebut, jelas engga melakukan satu hal yang sangat penting : RISK MANAGEMENT.

    Deposit seratus juta, langsung buka posisi seratus juta juga. Nah ini yang dinamakan dengan JUDI, bukan trading. Trading yang benar, boleh aja lo deposit seratus milyar ke broker, tapi jangan sekali-sekali buka posisi all-in. Itu aja kok.

    Gue curiga itu yang dilakukan orang-orang yang loss gede-gedean itu. Dan mayoritas orang ga akan mau introspeksi diri, jadi mereka cari tumbal.

    Yang perlu dilakukan bukanlah meraup keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya, dan inilah kesalahan utama sebagian besar orang yang terjun ke dunia trading.

    Bahkan Dony Salmanan sekalipun waktu aktif ngasih tutorial di YouTube, apa yang dia ajarkan masih cukup masuk akal. Meskipun dengan afiliasi yang dia dapat, dia ga pernah mengajarkan buka posisi gede-gedean (setidaknya setahu gue).

    Tujuan utama trading adalah MEMINIMALISIR LOSS dan MENDAPATKAN PROFIT KONSISTEN. Loss tidak bisa dihindari, tapi bisa diminimalisir dengan risk management. Jadi, gue yakin itu orang-orang yang loss ratusan juta atau bahkan milyaran maunya untung berpuluh kali lipat sekali open posisi. Ini berlaku di semua jenis trading, atau bahkan jual beli konvensional sekalipun. Memang high risk = high reward tapi tetap, high risk.

    Orang dagang pun berspekulasi dan bermain dengan risk. Ga percaya? Coba tanya temen elo yang punya toko. Dia ga akan bisa ngelihat ke masa depan, apakah barang yang dia stock itu harganya bakal naik atau ngedrop sehingga dia harus jual rugi. Ga ada bedanya dengan trading forex atau semacamnya.

    Ibarat katakanlah lo mempunyai toko handphone. Elo nyetok iPhone 14 sebanyak-banyaknya, ketika baru dilaunching. Lo jual, lo dapat margin katakanlah satu juta per unit. Tapi apakah lo yakin semua stock lo bisa habis semuanya dengan profit?

    Ga usah dijawab, karena temen gue ada yang punya toko handphone dan dia banyak banting harga abis-abisan dari stock lamanya dia.

    Misalnya katakanlah elo mau melakukan jual beli emas. Bisa lo lakukan melalui internet. Basicnya sih lo beli di harga rendah jual dengan harga tinggi. Tapi sekali lagi, yakinkah elo harga emasnya pasti naik? Kalo engga, nah apa itu bukan termasuk judi juga, walaupun yang elo perdagangkan itu emas?

    Sekarang dengan kemudahan internet dan teknologi, lo bahkan ga perlu punya toko fisik lagi. Lo bisa melihat chart harga emas ketika berada di bawah, elo bisa memutuskan untuk beli. Ketika chart harga emas meningkat, lo bisa jual di harga atas. Sederhana kan? Itu basicnya.

    Lah kenapa bisa dibilang judi? Nebak harga? Spekulasi? Apa bedanya dengan dagang konvensional?

    Kebodohan itu adalah ketika elo disodorkan dengan kemudahan, elo malah menolaknya mentah-mentah hanya karena konotasi negatif yang beredar di masyarakat luas. Gimanapun juga masyarakat akan terus menarik elo supaya elo sama dengan mereka. Lo mau ngotot ke toko emas, beli emas batangan fisik boleh-boleh aja sih. Ati-ati aja dirampok dijalan.

    Nah disamping itu, ada pertanyaan. Broker ga terdaftar di Bappebti pasti broker abal-abal. Belum tentu. Lo tanya aja trader yang pengalaman, apa mereka pake broker yang terdaftar di Bappebti?

    Sejauh trader-trader yang gue temuin mereka rata-rata pake broker luar semua. Kenapa? Banyak alasannya. Tapi ga akan gue bahas mendalam di artikel ini. Kepanjangan. Lo baca aja buku Jurus Dewa Harta biar pengetahuanlo ga separoh-separoh.

    Mumpung ngomongin soal trading, sekalian gue bahas singkat soal cryptocurrency. Katanya ga ada value/nilai yang menjadi fondasinya. NGASAL. Rata-rata yang ngomong demikian cuma orang-orang yang membeo, mengulangi apa yang mereka denger dari kebanyakan orang disekitar mereka.

    Yang paling konyol sejauh ini ada dua kasus. Salah satu ormas mengharamkan crypto karena dinilai judi. Ga lama, salah satu koin crypto keluaran pihak yang terlibat dengan ormas tersebut diberi sertifikasi halal. Tepok jidat.

    Sumber : https://uzone.id/lho-ada-mata-uang-kripto-halal-

    Kasus kedua, seorang pemuka agama yang anaknya menerbitkan coin dan diklaim sudah mengikuti arahan dari ormas tersebut. Halal atau engga, ga tau. Tapi keluaran pemuka agama dan klaimnya sudah mengikuti arahan ormas tersebut, pasti halal ya ga?

    Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220217072714-185-760266/mengenal-token-i-coin-milik-anak-yusuf-mansur

    Pertanyaan gue, beranikah elo berinvestasi ke dua koin tersebut? Gue jujur aja engga akan berani. Terlebih setelah ormas tersebut kecolongan dengan investasi bodong GTIS. Pertanyaan berikutnya, mampukah kedua koin tersebut bersaing dengan crypto lainnya yang ada diluaran sana? Gue sangat skeptis.

    Gue berani bertaruh kalau dipelajari secara mendalam, dua koin (lebih tepat token karena numpang network Binance/BSC) tersebut fundamentalnya kalah dengan crypto ranking 10 besar seperti Bitcoin, Ethereum, atau malah Doge sekalipun.

    Nah supaya engga terjebak dengan hal-hal seperti ini, atau sekedar membeo ikut-ikutan orang sekitar, lo bisa baca buku Jurus Dewa Cryptocurrency.

    Buku ini komplit membahas mengenai apa dan gimana itu crypto, dijamin isinya ga pasaran. Gimana caranya mendapatkan profit dari crypto, bukan cuma beli terus didiemin dan harap-harap cemas harganya loncat ke 1000x. Ya kali ayam bisa bertelor. Lo mau investasi ke ayam juga boleh-boleh aja sih.

    Dua buku ini akan mengajarkan elo gimana memanfaatkan internet untuk menghasilkan uang. Bahkan pake smartphone aja bisa kok. Ga perlu 9-5 atau ngomong dan gosipin hal-hal jelek dibelakang soal co-worker dan boss lo yang bajingan.

    HARAM BRO!

    Atau mencibir orang-orang kaya, nuduh mereka penghasilannya ga halal semua karena gue udah kerja kayak kuda kok penghasilannya gini gini aja? Berprasangka buruk itu haram loh bro. Daripada mikir yang engga-engga, mendingan lo cari cara gimana menghasilkan penghasilan diluar 9-5 job kan?

    Sukur-sukur bisa jadi full time trader, ga perlu habisin 8 jam sehari. Setiap hari cukup rata-rata 1 jam buat charting dan buka posisi. 40 jam seminggu habis buat membangun usaha yang bukan milik elo dan memperkaya orang lain, yang penting halal? Ya itu terserah elo lah.

    Best Regards

    Jon Bajing